Rabu, 13 Januari 2010

Blog Sebagai Media Aktualisasi Diri


Semua orang tentunya telah sepakat bahwa blog adalah sebuah media di internet yang terdiri dari catatan-catatan kronologis. Selain itu, catatan dalam blog juga cenderung bersifat individu dan dinamis. Oleh karena itu, dapat diterima jika dikatakan bahwa blog adalah media yang dapat menggambarkan pribadi para blogger. Dengan blog, kita dapat mengekspresikan kebutuhan untuk berbagi dan berinteraksi dengan orang lain.
Semua orang tentunya telah sepakat bahwa blog adalah sebuah media di internet yang terdiri dari catatan-catatan kronologis. Selain itu, catatan dalam blog juga cenderung bersifat individu dan dinamis. Oleh karena itu, dapat diterima jika dikatakan bahwa blog adalah media yang dapat menggambarkan pribadi para blogger. Dengan blog, kita dapat mengekspresikan kebutuhan untuk berbagi dan berinteraksi dengan orang lain.

Setidaknya, blog memiliki tahapan peranan sebagaimana berikut. Blog sebagai Media Belajar. Pada awalnya, mengenal blog seperti halnya mengenal dunia baru. Oleh karena itu, setiap blogger pasti memerlukan waktu untuk belajar lebih mengenal dunia blog. Dengan blog, kita bisa belajar banyak. Belajar menulis, juga belajar bahasa kode html, php, css, dan script-script lainnya. Lebih dari itu, kita juga bisa belajar etika dengan membuat blog dan menganalogikannya sebagai rumah. Bagaimana cara kita menyambut jika ada tamu yang datang, dan bagaimana cara bertamu ke rumah orang lain.

Setidaknya, blog memiliki tahapan peranan sebagaimana berikut. Blog sebagai Media Belajar. Pada awalnya, mengenal blog seperti halnya mengenal dunia baru. Oleh karena itu, setiap blogger pasti memerlukan waktu untuk belajar lebih mengenal dunia blog. Dengan blog, kita bisa belajar banyak. Belajar menulis, juga belajar bahasa kode html, php, css, dan script-script lainnya. Lebih dari itu, kita juga bisa belajar etika dengan membuat blog dan menganalogikannya sebagai rumah. Bagaimana cara kita menyambut jika ada tamu yang datang, dan bagaimana cara bertamu ke rumah orang lain.

Setelah melewati tahapan pembelajaran blog, selanjutnya kita bisa memilih genre yang kita gunakan dalam blog kita. Blog sebagai Media Jurnalistik. Semua blogger, sebenarnya berpotensi untuk menjadi jurnalis. Dengan menjadikan blog sebagai media jurnalistik, kita bisa berbagi informasi, berita, dan sebagainya. Terlebih lagi dengan semakin tergesernya dunia jurnalistik offline oleh jurnalistik online. Salah satu blogger-jurnalis yang cukup sukses adalah Jeff Ooi (jeffooi.com), blogger yang rajin mengamati perkembangan dunia sosial politik di Malaysia. Tsering Woeser (woeser.middle-way.net), yang memfokuskan blognya sebagai corong obyektif tentang kekejaman Pemerintah China terhadap warga Tibet. Di Indonesia, ada Wimar Witoelar yang dengan perspektifnya menyuarakan opini pribadi tentang isu-isu publik dan politik.

Blog sebagai Media Bekerja. Nah, bidang inilah yang akhir-akhir ini semakin diminati. Dengan semakin banyak orang yang sukses dalam dunia bisnis online, semakin banyak pula yang mulai bergabung. Menjadikan blog sebagai media bekerja sama halnya dengan bisnis online kecil-kecilan, tapi jika diatur dengan baik bisa menjadi besar-besaran. Di antara sekian banyak blogger yang sukses dalam bisnis online, ada Jason Katzenback (johncow.com) dan Jeremy Schoemaker (shoemomey.com) yang disebut-sebut tersukses. Di Indonesia, ada Cosa Aranda dengan adsensenya. Ada juga Michael Hutagalung, Agus “oom” Ramadhani, dan Nurudin Jauhari yang sukses dengan desain tema wordpress maupun blogspot. Dan, sangat mungkin, ok3 juga akan meraih sukses yang lebih. ;),he...

Terlepas dari genre blog yang dipakai, disadari atau tidak, sebenarnya kita sudah memiliki media untuk aktualisasi diri. Sebagai blogger, kita sudah menunjukkan bahwa kita bisa beraktualisasi menjadi diri sendiri. Tentunya setelah mengerucutkan kontemplasi-kontemplasi dalam proses pembelajaran. Pada akhirnya, mari kita tunjukkan bahwa kita bisa!

1 komentar:

Terima Kasih Untuk Komentar nya.....